Metode buble merupakan metode sorting termudah. Diberi nama “Bubble” karena proses pengurutan secara berangsur-angsur bergerak/berpindah ke posisinya yang tepat, seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda. Bubble Sort mengurutkan data dengan cara membandingkan elemen sekarang dengan elemen berikutnya.
Pengurutan Ascending :Jika elemen sekarang lebih besar dari elemen berikutnya maka kedua elemen tersebut ditukar.
Pengurutan Descending: Jika elemen sekarang lebih kecil dari elemen berikutnya, maka kedua elemen tersebut ditukar.
Algoritma ini seolah-olah menggeser satu per satu elemen dari kanan ke kiri atau kiri ke kanan, tergantung jenis pengurutannya, asc atau desc. Ketika satu proses telah selesai, maka bubble sort akan mengulangi proses, demikian seterusnya sampai dengan iterasi sebanyak n-1.
Kapan berhentinya? Bubble sort berhenti jika seluruh array telah diperiksa dan tidak ada pertukaran lagi yang bisa dilakukan, serta tercapai perurutan yang telah diinginkan
Meteode exchange sort
Sekarang kita akan mempelajari tentang metode pengurutan exchange sort. Metode pengurutan excahange sort mirip dengan metode pengurutan Buble Sort *bisa di katakan bersaudara hehehe. Tapi dalam cara membandingan antar elemennya memiliki tentu memiliki perbedaan.
Exchange sort membandingkan suatu elemen dengan elemen-elemen lainnya dalam array tersebut, dan melakukan pertukaran elemen jika perlu. Jadi ada elemen yang selalu menjadi elemen pusat (pivot).
Sedangkan Bubble sort akan membandingkan elemen pertama/terakhir dengan elemen sebelumnya/sesudahnya, kemudian elemen tersebut itu akan menjadi pusat (pivot) untuk dibandingkan dengan elemen sebelumnya/sesudahnya lagi, begitu seterusnya
Meteode insertion sort
Mirip dengan cara orang mengurutkan kartu, selembar demi selembar kartu diambil dan disisipkan (insert) ke tempat yang seharusnya. Pengurutan dimulai dari data ke-2 sampai dengan data terakhir, jika ditemukan data yang lebih kecil, maka akan ditempatkan (diinsert) diposisi yang seharusnya. Pada penyisipan elemen, maka elemen-elemen lain akan bergeser ke belakang
Meteode selection sort
Lanjut bahas sorting selanjutnya, sekarang gw bakalan bahas tentang selection sort. Selection Sort merupakan kombinasi antara sorting dan searching. Untuk setiap proses, akan dicari elemen-elemen yang belum diurutkan yang memiliki nilai terkecil atau terbesar akan dipertukarkan ke posisi yang tepat di dalam array. Misalnya untuk putaran pertama, akan dicari data dengan nilai terkecil dan data ini akan ditempatkan di indeks terkecil (data[0]), pada putaran kedua akan dicari data kedua terkecil, dan akan ditempatkan di indeks kedua (data[1]). Selama proses, pembandingan dan pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja, pertukaran data secara fisik terjadi pada akhir proses.
Metode Quick Sort
Quick Sort adalah metode pengurutan data yang dikemukan pertama kali oleh C.AR Hoare pada tahun 1962. Metode ini menggunakan strategi “pecah-pecah” dengan mekanisme seperti berikut : Larik L[p..r] (dengan indeks terkecil adalah p dan indeks terbesar yaitu r) disusun ulang (dipartisi) menjadi dua buah larik A[p..q] dan A[q+1..r] sehingga setiap elemen dalam A[q+1..r]. Selanjutnya kedua larik tersebut diurutkan secara rekursif. Dengan sendirinya kombinasi kedua larik tersebut membentuk larik dengan data yang telah urut.
contoh program
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int data[100],data2[100];
int n;
void tukar(int a,int b)
{
int t;
t = data[b];
data[b] = data[a];
data[a] = t;
}
void bubble_sort()
{
for(int i=1;i<n;i++)
{
for(int j=n-1;j>=i;j--)
{
if(data[j]<data[j-1]) tukar(j,j-1);
}
}
cout<<"bubble sort selesai!"<<endl;
}
void exchange_sort()
{
for (int i=0; i<n-1; i++)
{
for(int j = (i+1); j<n; j++)
{
if (data [i] > data[j]) tukar(i,j);
}
}
cout<<"exchange sort selesai!"<<endl;
}
void selection_sort()
{
int pos,i,j;
for(i=0;i<n-1;i++)
{
pos = i;
for(j = i+1;j<n;j++)
{
if(data[j] < data[pos]) pos = j;
}
if(pos != i) tukar(pos,i);
}
cout<<"selection sort selesai!"<<endl;
}
void insertion_sort()
{
int temp,i,j;
for(i=1;i<n;i++)
{
temp = data[i];
j = i -1;
while(data[j]>temp && j>=0)
{
data[j+1] = data[j];
j--;
}
data[j+1] = temp;
}
cout<<"insertion sort selesai!"<<endl;
}
void QuickSort(int L, int R) //the best sort i've ever had :)
{
int i, j;
int mid;
i = L;
j = R;
mid = data[(L+R) / 2];
do
{
while (data[i] < mid) i++;
while (data[j] > mid) j--;
if (i <= j)
{
tukar(i,j);
i++;
j--;
};
} while (i < j);
if (L < j) QuickSort(L, j);
if (i < R) QuickSort(i, R);
}
void Input()
{
cout<<"Masukkan jumlah data = "; cin>>n;
for(int i=0;i<n;i++)
{
cout<<"Masukkan data ke-"<<(i+1)<<" = "; cin>>data[i];
data2[i] = data[i];
}
}
void Tampil()
{
cout<<"Data : "<<endl;
for(int i=0;i<n;i++)
{
cout<<data[i]<<" ";
}
cout<<endl;
}
void AcakLagi()
{
for(int i=0;i<n;i++)
{
data[i] = data2[i];
}
cout<<"Data sudah teracak!"<<endl;
}
void main()
{
int pil;
clrscr();
do
{
clrscr();
cout<<"Program Sorting !!!"<<endl;
cout<<"*********************************************"<<endl;
cout<<" 1. Input Data"<<endl;
cout<<" 2. Bubble Sort"<<endl;
cout<<" 3. Exchange Sort"<<endl;
cout<<" 4. Selection Sort"<<endl;
cout<<" 5. Insertion Sort"<<endl;
cout<<" 6. Quick Sort"<<endl;
cout<<" 7. Tampilkan Data"<<endl;
cout<<" 8. Acak Data"<<endl;
cout<<" 9. Exit"<<endl;
cout<<" Pilihan Anda = "; cin>>pil;
switch(pil)
{
case 1:Input(); break;
case 2:bubble_sort(); break;
case 3:exchange_sort(); break;
case 4:selection_sort(); break;
case 5:insertion_sort(); break;
case 6:QuickSort(0,n-1);
cout<<"quick sort selesai!"<<endl;
break;
case 7:Tampil(); break;
case 8:AcakLagi(); break;
}
getch();
}while(pil!=9);
}
Data Pembuat BlogNama : Ridwan Maulana
Alamat : DSN. Sukaregang Landeuh RT.03/02
Kec.Tanjungkerta Kab. Sumedang
TTL : Sumedang 11 July 1991
Agama : Islam
NRP : 6309268
Data Kampus
PKN LPKIA

Jln. Soekarno Hatta No. 456
Bandung 40266
Tugas Kuliah
Dosen : Dadan Nurdin Bagenda,ST.
Matakuliah : Teori Struktur Data
0 komentar:
Posting Komentar